IKLAN

BNNP SULUT DAN BOLMONG GELAR FGD

Ayo, Bersama Perangi Narkoba di Bumi Totabuan…!!!


BNNP SULUT DAN BOLMONG GELAR FGD

 

BNNP Sulut dan Bolmong saat menggelar FGD soal pemberantasan narkoba di Kantor Camat Lolak dihadiri para Kades dan sejumlah tokoh masyarakat

BNNP Sulut dan Bolmong saat menggelar FGD soal pemberantasan narkoba di Kantor Camat Lolak dihadiri para Kades dan sejumlah tokoh masyarakat

BOLMONG – Tak hanya Kota Manado menjadi sasaran pencegahan peredaran narkoba dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut, Selasa (15/9), institusi yang dikomando Kombes Pol Sumirat Dwiyanto sebagai Kepala BNNP Sulut bertolak ke wilayah Bolmong.

Di ibukota Bumi Totabuan itu, BNNP Sulut bekerjasama dengan BNNP Bolmong menggelar Focus Group Discussion (FGD) Lingkungan Bebas Nakoba. FGD yang berlangsung di Kantor Kecamatan Lolak tersebut dihadiri para Kepala Desa (Kades) sejumlah Tokoh Agama (Tokag) dan Tokoh Masyarakat (Tomas).

BNNP berharap kepada para Kades, Tokag dan Tomas serius membantu pencegahan dan peredaran minuman keras dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya masing-masing.

“Kalau para Kadesa serta tokoh masyarakat benar-benar peduli, peredaran miras,  narkoba serta prostitusi tidak akan sampai ke desa.  Saat ini tercatat sudah 5 juta jiwa jumlah pecandu narkotika di Indonesia. Sedangkan yang direhabilitasi baru 20 ribu orang,” kata Sekertaris BNNK Bolmong.

Menurutnya, untuk menekan prevelensi tersebut semua pihak harus terlibat dalam pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia, terlebih di Sulut.

“Lingkungan harus mampu menjadi tempat yang aman untuk kita tinggal. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban seluruh masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang aman, tentram dan jauh dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Untuk mencapai lingkungan ideal, masyarakat bisa menerapkan beberapa cara. Salah satunya dengan menegakkan kembali kebijakan wajib lapor 1×24 jam agar tamu-tamu yang datang dapat terkontrol. “Hal ini selain dapat mencegah kejahatan narkoba juga dapat mencegah kejahatan terorisme,” sambungnya.

Sebelum membina masyarakat, menurutnya, harus dibina terlebih dahulu adalah keluarga. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat harus mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada anggota keluarganya.

Dalam kegiatan itu, seluruh peserta FGD dilakukan pemeriksaan urine. “Bagi orangtua yang mengetahui anaknya sebagai pecandu narkoba hendaknya melapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL),” tambah Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulut, Sam G. Repy selaku Narasumber.

Penyalahgunaan narkoba yang melaporkan diri ke IPWL akan di assesment untuk mandapatkan rehabilitasi medis. Saat ini, menurut Sam,  IPWL sudah tersebar di 33 provinsi dan Poliklinik BNN. Namun apabila penyalahgunaan tersebut merupakan pengedar harus tetap diproses hukum.

“Rehabilitasi medis yang dilakukan oleh BNN tersebut gratis biaya,” pungkasnya seraya menambahkan, untuk memerangi penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang mengkhawatirkan ini, dibutuhkan kerjasama seluruh pihak. “Termasuk dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba yang kini marak di lingkungan masyarakat,” kuncinya. (antoreppy)