IKLAN

Astaga…!! Dono Ternyata Dipaksa Orang Tua Jadi Pengedar Sabu-Sabu


BNN Sulut, saat menggelar jumpa pers di Kantor BNN, Jumat (25/09)

BNN Sulut, saat menggelar jumpa pers di Kantor BNN, Jumat (25/09)

MANADO – Malang benar nasib DT alias Dono (nama samaran) yang seharusnya mempunyai orang tua yang bisa menjadi teladan untuk anaknya tapi malah dipaksa menjual narkoba jenis Shabu. “Saya terpaksa menjual Narkoba itu kalau tidak saya akan dihajar dan tidak di kasih makan sama orang tua saya” tutur Laki-laki berumur 20 tahun itu.

Akibatnya dia ditangkap di Kawasan Megamas di depan sebuah tempat karaoke. Kepala BNNP Sulut Kombes Sumirat Dwiyanto yang dalam Konferensi Pers 25/09/2015 jam 3 siang di Kantor BNNP Sulut menjelaskan bahwa penangkapan DT merupakan berawal dari penangkapan Lelaki bernama RU yang memberika keterangan tentang narkoba jenis shabu miliknya didapat dari DT yang tinggal di Kelurahan Kairagi Lingkungan I.

Dono (nama samaran) pelaku pengedar sabu,

Dono (nama samaran) pelaku pengedar sabu,

Mendengar keterangan tersebut petugas BNNP Sulut akhirnya memancing keluar DT pada tanggal 12/09/2015 siang jam 12.00 ditangkap di kawasan mega mas.

Dari penangkapan tersebut Petugas BNNP Sulut berhasil menemukan 2 paket narkoba Metamfetamina (narkotika Gol I) yang dibungkus dengan plastik hitam selanjutnya petugas membawa DT untuk melakukan penggeledahan di rumah DT di Kel. Kairagi dan hasilnya petugas menemukan 9 bungkusan plastik hitam ditambah dengan 2 bungkusan yang sama memiliki berat 5,161 gram , 1 timbangan digital, 3 buah pipet kaca, 5 buah korek api gas, 3 buah sedotan, 1 buah sendok plastil bening ukuran kecil dan 2 buah guluangan timah.

Sementara Orang tua dari DT telah melarikan diri. “Kami akan terus mengembangkan Kasus ini karena DT dan orang tuanya merupakan jaringan surabaya” tegas Dwiyanto.

Barang bukti

Barang bukti

Pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang penjualan narkoba golongan I dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. DT yang juga mempunyai 3 identitas berbeda (manado, tahuna, surabaya) mengaku baru 1,5 tahun tinggal di manado tapu baru 2 bulan menjadi penjual shabu.

“Saya menjualnya dengan harga 2,2 juta per bungkus” akuhnya. Sementara itu Orang tua dari Dt sedang dalam pengejaran.(ekaputra)