IKLAN

Astaga,,, Diduga Unima Lakukan Penipuan, Puluhan Mahasiswa Mengadu ke Deprov


MANADO-Lagi, puluhan mahasiswa Universitas Negeri Manado ( UNIMA) mendatangi DPRD Sulut.

Anggota DPRD Sulut, Fanny Legoh dan Jems Tuuk saat menerima  mahasiswa Unima.

Anggota DPRD Sulut, Fanny Legoh dan Jems Tuuk saat menerima mahasiswa Unima.

Puluhan mahasiswa jurusan Geothernal dan Farmasi ini mengadu ke DPRD karena diduga ditipu oleh Unima. Pasalnya, sebagian besar mahasiswa yang sudah kuliah enam tahun ini tidak bisa ikut ujian, karena jurusannya tidak tercatat di Kemendikti.

Lebih sadis lagi, karena Kemendikti belum mengeluarkan ijin, para mahasiswa ini dialihkan ke jurusan Fisika dan Kimia.

Merasa dirugikan, mereka pun mengadu ke DPRD Sulut dan diterima langsung oleh anggota dewan Jems Tuuk dan Fanny Legoh.

Kepada wartawan, Legoh dengan tegas menyatakan, apa yang dialami para mahasiswa adalah salah satu penipuan dan ini harus dipertanggung-jawabkan. ” Kami akan hearing lintas Komisi yaitu Komisi 4 dan 1. Pihak Kejaksaan dan Polda juga akan diundang serta Unima,” tegas Legoh.

Sementara itu, Jems Tuuk yang ikut menerima aspirasi mahasiswa Unima ini kaget dan terkejut.

“Ini gila, bisa dibayangkan lembaga sebesar Unima melakukan penipuan. Kasihan orang tua mereka sudah mati-matian mencari uang. Negara harus dihadirkan dalam kasus Unima,” aku Tuuk.

Salah satu mahasiswa, Christo Naray di DPRD Sulut, mengakui jika mereka yang datang di dewan itu sebagian besar mahasiswa Unima jurusan Geothernal masuk kuliah sejak tahun 2010.

” Kami tidak mau dipindahkan ke jurusan lain. Orang tua sudah banyak mengeluarkan uang. Jika masuk ke jurusan yang baru pasti bayar lagi biaya kuliah,” ungkap Naray dan teman-temannya.

Naray menjelaskan juga jurusan Geothernal dan Farmasi ditutup pada 30 Agustus 2016. ” Tahun ini Unima masih menerima mahasiswa,” jelas Naray, Kamis (29/8).

Penerimaan mahasiwa Geothernal dan Farmasi masih dipimpin oleh mantan Rektor Unima Philoteus Tuerah.(mom)

 

Manado Fiesta 2017