IKLAN

Astaga..! 29 SKPD di Bitung Masuk Zona Merah


Walikota Bitung (kedua dari kiri) saat memimpin Rapat EPA, Jumat (13/11)

Walikota Bitung (kedua dari kiri) saat memimpin Rapat EPRA, Jumat (13/11)

BITUNG-Sebanyak 29 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintahan Kota Bitung, masuk zona merah dengan deviasi lebih dari 10%, dan ada dua SKPD yang belum memasukkan data EPRA-nya yaitu BPM-PK Kota Bitung dan SMKN 4 Kota.

Hal ini terungkap dalam Rapat Pimpinan Evaluasi Pengawasan dan Realisasi Angaran per 31 Oktober 2015. Rapat yang diikuti oleh pimpinan SKPD serta pejabat penghubung EPRA dan Operator EPRA di lingkungan Pemerintahan  Kota Bitung bertempat di BPU Kantor Walikota Bitung, Jumat (13/11), yang dipimpin oleh Walikota Bitung Hanny Sondakh didampingi Sekretaris Daerah Drs. Edison Humiang, M.Si bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah Franky Sondakh dan Kabag Pemerintahan Setda Kota Bitung Jhon Simarmata.

“Adapun realisasi fisik dan keuangan sebesar 69,37 persen dengan deviasi minus 10,63 persen dari 80 persen target fisik dan keuangan serta rekapitulasi lelang melalui ULP ada 142 paket yang sudah selesai lelang dan 3 paket pengadaan barang oleh dikbud dalam proses lelang,” ungkap Simarmata dalam laporannya.

Menyikapi hal ini, Sondakh menginstruksikan agar 29 SKPD segera merealisasikan anggaran karena pada tanggal 18 Desember nanti akan tutup buku. “Kelemahan utamanya ada pada SKPD yang berada di zona merah, untuk itu saya mintakan agar diperbaiki disisa akhir bulan tahun ini karena sangat penting,” tegas Sondakh.

Sondakh juga menambahkan bahwa dalam merealisasikan anggaran harus sesuai dengan tempatnya, jangan asal-asalan dan bagi pengadaan gedung/infrastruktur yang baru dimulai bulan ini alangkah baiknya dihentikan, karena waktu sudah tidak mencukupi dan bila memaksa takutnya akan berdampak buruk kemudian nanti.

“Sekali lagi saya mengingatkan bagi KPA/PA agar lebih serius dalam memperhatikan realisasi anggaran karena jika silpa (sisa lebih penggunaan anggaran-red) besar maka akan mempengaruhi DAU dan DAK yang akan diterima nanti,” pungkasnya. (jones)