IKLAN

Asosiasi Peternak Babi Desak Menteri Peternakan Cabut Wabah Hog Cholera di Sulut


MANADO–Senin (18/4) Asiosiasi Peternak Babi mendatangi Gedung DPRD Sulut di Sario. Untuk mendesak para wakil rakyat  agar dapat membuat Perda tentang babi.

Eddison Masengi saat menerima Vatman Wakil Ketua Asosiasi Perternak Babi di Sulut

Eddison Masengi saat menerima Valman Wakil Ketua Asosiasi Perternak Babi di Sulut

Pasalnya, sampai saat ini para peternak babi mulai mengeluh karena pendapatan mereka mulai menurun. Apalagi hasil ternak mereka tidak bisa dijual ke luar daerah seperti Papua, bahkan diekspor ke luar negeri seperti Philpina tak bisa dilakukan lagi.

Valman Wakil Ketua Asosiasi Peternak Babi Sulut, ketika menyampaikan aspirasi ini mendesak agar Perdanya dapat segera dibuat.

” Kami mengharapkan adanya payung hukum. Karena yang terjadi saat ini babi dari luar daerah seperti Palu dengan leluasanya masuk ke Sulut. Sementara babi yang dihasilkan dari para peternak  asal daerah kita tidak bisa dijual keluar,” papar Valman.

Masih menurutnya, jika dilihat dari produksi babi kita sudah sangat baik. Tidak seperti tahun- tahun sebelumnya. Karena hampir semua babi yang dipelihara sudah diberikan vaksin.

Valman juga berharap Menteri Pertanian dapat mencabut kembali soal pelarangan babi asal Sulut untuk diproduksi keluar karena adanya wabah hog cholera.

“Pelarangan itu sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu dan sampai sekarang tidak pernah dicabut. Kami pun berharap DPRD dapat meneruskan aspirasi ini ke Kementerian Pertenakan,” tambah Valman.

Ketua Fraksi Golkar, Eddison Masengi yang menerima langsung aspirasi tersebut, menyatakan aspirasi dari Asosiasi peternak babi akan disampaikan ke Komisi II. ” Aspirasi ini sangat bagus. Apalagi soal pelarangan dari Menteri Peternakan itu kan sudah 10 tahun lalu. Kami akan coba melakukan konsultasi ke pusat lewat Komisi II tentunya,” papar Masengi. (mom)