IKLAN

Mitos China

Asal Mula Perayaan Tahun Baru Imlek


Mitos China

Raksasa Nian (foto Vivianjo.com)

Raksasa Nian (foto dinaviariya.com)

BITUNG-Berdasarkan mitos atau cerita rakyat dan legenda kuno dari berbagai sumber, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan raksasa pemangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak. yang disebut sebagai Nian yang berarti tahun dalam bahasa China.

Semua orang  pada saat itu sangat takut dengan Raksasa yang ganas ini. Tetapi beriringnya waktu, perlahan-lahan orang-orang mengetahui dan menguasai semua kegiatan-kegiatan Raksasa, setiap 365 hari, Raksasa Nian akan pergi ke kerumunan orang ramai untuk mencari mangsanya. Waktu keluarnya Raksasa Nian adalah pada malam hari saat Matahari sudah terbenam dan pulang ke pengunungannya pada waktu fajar saat Ayam berkokok.

Setelah mengetahui waktu muncul dan menguasai sifatnya Raksasa Nian, Orang-orang pada saat itu selalu melakukan persiapan dan menjaga-jaga untuk menghadapi Raksasa buas ini termasuk tidak tidur pada malam tersebut,  yang kemudian disebut dengan istilah “Nian Guan”. Untuk selamat dari petaka Nian, masyarakat di pedesaan China akan menaruh sejumlah makanan di depan pintu mereka pada hari pertama tahun baru. Masyarakat percaya bahwa, jika Nian telah mengambil/memakan makanan yang telah disediakan oleh masyrakat, maka Nian tidak akan lagi menyerang orang/warga.

Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan Nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang berkostum merah. Dari kejadian itu, maka penduduk desa akhirnya tahu kekurangan Nian yakni takut pada warna merah.
Semenjak itu, setiap menjelang dan selama Tahun Baru, penduduk akan menggantung lentera merah serta memasang tirai/gordin merah pada pintu dan jendela. Selain itu, masyarakat juga menggunakan mercun untuk menakuti Nian.Sejak itulah, Nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka. Dan pada akhirnya, Nian berhasil ditangkap oleh Hongjun Lao Tze, seorang pendeta Tao. Nian kemudian menjadi hewan tunggangan Hongjun Lao Tze.
Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián  yang berarti “menyambut Tahun Baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”. Dengan demikian kebiasaan Makan malam dan tradisi untuk tidak tidur pada malam Tahun Baru Imlek tersebut berlangsung hingga kini dan menjadi Tradisi Khas Tahun Baru Imlek meskipun saat ini sudah tidak ada ancaman Raksasa Nian lagi. Perasaan takut dan kuatir sudah tidak ada lagi, yang ada adalah perasaan senang, bahagia dan penuh harapan. (jones)