IKLAN

Antisipasi Bencana Asap, Presiden Minta 2016 GSVL Siapkan Dana Pencegahan 


Presiden Joko Widodo akrab bersama Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo akrab bersama Presiden Jokowi

MANADO — Bencana asap mulai menghantui Kota Manado. Wali Kota, GS Vicky Lumentut (GSVL) sendiri tidak menapik kondisi tersebut.

“Selama ini kita hanya fokus mendengar dan melihat kabut asap dari Sumatera dan Kalimantan. Ternyata juga mulai terjadi di daerah kita. Tadi saya (di pesawat), gelap, kemudian ada 3 pesawat Ternate dialihkan ke Manado, begitu juga ke Papua tidak bisa, karena Gunung Gamalama juga terbakar,” kata GSVL.

Ini disampakan GSVL saat memimpin rapat dinas jajaran Pemkot Manado dihadiri para Staf Ahli, Asisten, Pejabat Eselon II, dan para Kabag Sekretariat Daerah, Kamis (22/10 ), di Rumah Pintar (Rumpin) TP-PKK Manado, Kelurahan Bahu menindaklanjuti hasil rapat kerja pemerintahan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10) dipimpin langsung Presiden Jokowi dengan dihadiri dihadiri 279 Gubernur/Bupati/Walikota se Indoensia.

“Jadi Presiden menyampaikan, Pemda harus ada dana mengantisipasi bencana asap. Daerah-daerah, wilayah-wilayah yang mempunyai hutan berpotensi untuk kebakaran agar tahun depan menganggarkan untuk penanganan, terutama untuk pencegahan,” terang GSVL.

Musim kemarau berkepanjangan belakangan ini, beberapa wilayah di Sulut sudah terjadi peristiwa kebakaran hutan di pegunungan. Presiden Jokowi sendiri mengingatkan para kepala daerah yang daerahnya rentan terkena kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap, agar pada musim panas berikutnya segera menetapkan keadaan siaga darurat.

Presiden menyampaikan Pemda harus ada dana mengantisipasi bencana asap, sehingga dimintakan pada 2016 semua daerah antisipasi semua bencana terjadi.

“Alasan yang disampaikan selama ini, kehutanan urusan vertical yang diurus Kementerian. Tapi kemarin Presiden menyampaikan, uang itu sama, uang pusat atau uang kabupaten/kota adalah uang di Indonesia,” jelas GSVL.

BPKP dan BPK menurut Ketua APEKSI ini, ditugaskan mengantisipasi keadaan alam seperti ini. “Kita masih menunggu petunjuk, tapi kita diminta kesiapan menanggulangi bencana dari aspek pendanaan. Bupati/Walikota juga diminta melakukan diskresi jika ada kedaruratan,” terang GSVL.

Menurut GSVL, Presiden Jokowi melihat yang terbakar sekarang ini baik provinsi maupun kota/kabupaten tidak ada anggaran untuk penanganan asap. Baik pencegahannya.

“Pencegahan artinya pembuatan kanal bersekat, pembuatan embung di dekat-dekat area hutan itu sehingga hutan selalu basah, gampang mencari air untuk pemadaman,” kata Jokowi. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017