IKLAN

Anita De Blowe Sorot Alih Fungsi Trotoar Jadi Lahan Parkir


Anggota DPRD Kota Manado Anita De Blouwe

Anggota DPRD Kota Manado Anita De Blouwe

MANADO – Jalan Piere Tendean, jalan Samratulasi, merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat. Kondisi ini terjadi karena para pengusaha, pegawai kantor dan warga seenaknya memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Tak hanya sampai di situ, trotoar yang seharusnya menjadi milik pejalan kaki pun dijadikan tempat parkir.
Pantauan Manado Line, Jumat (06/03), di sepanjang Jalan Piere Tendean, Samratulangi, Jenderal Sudirman nampak trotoar dijadikan lahan parkir toko ataupun kantor. Akibatnya, para pejalan kaki harus turun ke badan jalan.
Kondisi ini membuat ruas jalan ini menyempit. Pada jam sibuk, wilayah ini terjadi kemaceta hingga ratusan meter. Beberapa anggota Satlantas Polres Kota Manado yang ditemui mengaku, pemilik kendaraan yang parkir di sana, selain milik pemilik toko, kantor, juga warga yang melakukan aktivitas di toko dan kantor.

Trotoar di Depan Dealer Suzuki jalan Piere Tendean dijadikan lahan parkir

Trotoar di Depan Dealer Suzuki jalan Piere Tendean dijadikan lahan parkir

Mereka mengaku, sudah sering menegur pemilik kendaraan, namun tak ada yang mengindahkannya. “Ada aturannya, trotoar bukan untuk tempat parkir kendaraan, dan itu melanggar. Kami sudah beberapa kali menegur tapi tidak didengar,” kata anggota Satlantas yang tak ingin ditulis namanya.
Kondisi yang sama terjadi di Piere Tendean, trotoar depan dealer suzuki dipadati dengan kendaraan roda dua. Jalan Jenderal Sudirman, PT Hasrat Abadi menjadikan trotoar sebagai lahan parkir bagi kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan Samratulagi, trotoar depan Siloan Hospital dipadati kendaraan roda dua.
Akan hal tersebut, anggota DPRD Kota Manado Anita De Blowe, angkat bicara. Dirinya menyesalkan minimnya perhatian dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan terhadap fungsi trotoar, apalagi ini menyangkut keselamatan para pejalan kaki.
“Jika saja hal ini tidak mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan akan berakibat fatal. Sebaiknya pihak terkait dapat memperhatikan dan menindak tegas hal ini karena trotoar bukan untuk tempat parkir tapi untuk pejalan kaki,” ungkapnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Manado ini, menegaskan bahwa trotoar yang disediakan oleh Pemerintah seharusnya bisa manfaatkan sesuai dengan fungsinya. Dalam UU No 22 Tahun 2009 Pasal 25 ayat 1 telah diatur terhadap rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan, alat pengendali pengaman jalan, alat penguasa dan pengaman jalan, dan fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki, dan penyandang cacat.
“Para pengusaha harus mematuhi UU Lalu Lintas, dan mestinya instansi terkait harus menyelengarakan sesuai UU,” sebut Anita. (christian)