IKLAN

Anggota F-PDIP Ini Tiba-tiba Coret Daftar Hadir saat Pembahasan Pergeseran Anggaran Pilkada


Inilah daftar hadir anggota DPRD Manado yang dicoret saat pembahasan pergeseran anggaran Pilkada dengan TAPD. (foto: ist)

Inilah daftar hadir anggota DPRD Manado yang dicoret saat pembahasan pergeseran anggaran Pilkada dengan TAPD. (foto: ist)

MANADO – Pertemuan TAPD Pemkot dan Banggar DPRD Manado membahas masalah pergeseraran Rp7,8 miliar anggaran tambahan Pilkada susulan yang berakhir hingga tengah malam tadi berlangsung alot.

Terjadi silang pendapat soal aturan. Penjabat Wali Kota Royke Roring meminta Banggar DPRD Manado bersama TAPD Pemkot membahas secara detil masalah pergeseran anggaran, namun Banggar yang terdiri dari pimpinan dewan tidak bersedia.

Dewan beralasan dalam Permendagri nomor 13 tahun 2006 pasal 160, intinya, pergeseran anggaran tersebut hanya atas persetujuan PPAD (Pejabat Pengguna Anggaran Daerah) dalam hal ini Sekretaris Kota, Haefrey Sendoh  dan Kaban Keuangan, Manasar Panjaitan.

“Pergeseran itu kan anggaran dalam satu unit kerja. Jadi hanya internal PPAD. Dewan hanya menerima pemberitahuan. Artinya, pergeseran itu sudah diketahui dewan,” jelas Wakil Ketua DPDR, Danny Sondakh.

Beda pendapat itu akhirnya mencair. “Kami akhirnya pahami. Surat pak Penjabat Wali Kota itu meminta perlindungan terhadap Banggar. Jadi kami tadi bukan membahas tapi diskusi. Dan kami setuju dilakukan pergeseran anggaran itu,” tambah Ketua Fraksi Partai Demokrat, Deasy Roring.

Setelah sama-sama sepakat anggaran Rp7,8 M itu digeser dari dana hibah, mendadak masalah baru muncul. Entah kenapa, tiba-tiba anggota Fraksi PDIP, Hengky Kawalo bertindak brutal.

Dia mengambil daftar hadir yang telah ditandatangani anggota Banggar dan Fraksi dan langsung dicoret-coret. “Kami kaget tiba-tiba teman kami bertindak begitu. Apa maksudnya? Ada apa dia sampai begitu?” ujar Roring heran.

Namun kekisruhan itu tidak berlangsung lama. Anggota Banggar kembali menandatagani daftar hadir baru. Menurut Roring, daftar hadir yang ditandatangani itu korum.

“Fraksi PAN hanya Wahid Ibrahim yang tidak menandatangani hanya Bambang Hermawan. Sedangkan Fraksi PDIP tidak menandatangani, tapi anggota fraksinya Hengky Kawalo dan Viktor Polii ikut dalam diskusi itu,” jelas Roring sambil menyebutkan, dari eksekutif hadir Ketua TAPD, Haefrey Sendoh, Kaban Keuangan Manasar Panjaitan dan Asisten III, Henny Giroth. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017