IKLAN

Orang Dalam Bulog Sub Divre Kotamobagu Diduga Terlibat

Akan Dibawa ke Makassar, 33 Ton Raskin Digagalkan Tim Buser Polres Bolmong


Orang Dalam Bulog Sub Divre Kotamobagu Diduga Terlibat

Dua Truk Hino yang Dipakai Mengangkat 33 Ton Raskin ke Makassar. (f-manadoline)

Dua Truk Hino yang Dipakai Mengangkat 33 Ton Raskin ke Makassar. (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – Melonjaknya harga beras akhir-akhir ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Adalah oknum pegawai Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kotamobagu yang diduga menjual puluhan ton beras ke pedagang (baca: penadah). Aksi memalukan ini digagalkan aparat Buru Sergap (Buser) Polres Bolmong, Senin (2/3) malam. Menurut Kasat Reskrim AKP Iver S. Manossoh SH pihaknya telah mengamankan barang bukti (babuk) beras yang telah diganti karung tanpa cap berukuran 50 kg sekitar pukul 22.00 Wita. Selain 33 ton beras miskin (raskin) yang rencana akan dibawa ke Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut juga diamankan uang tunai Rp 140 juta serta dua kendaraan truk Hino bernomor polisi DP 8756 CC dan DD 9885 GA. Masih menurut AKP Iver oknum Kepala Gudang Bulog, RM (43) alias Ras serta dua orang karyawannya Alfin (32) dan Yusuf Akuli (55), digelandang ke Mapolres Bolmong. Pengakuan dari salah seorang yang diamankan polisi Yusuf Akuli, raskin tersebut dijual pihak Bulog Kotamobagu dengan harga Rp 6.900/kg. Kemudian beras tersebut akan dijualnya lagi dengan harga tinggi di pasaran saat ini. “Saya akan jual kembali beras itu di pasaran per kilo Rp 12.000 hingga Rp 13.000,” terang Yusuf. (mara)