IKLAN

Pemerasan Oknum Wartawan di SMP Negeri 4 Kotamobagu

AJI Manado Suport Proses Hukum Polres Bolmong


Pemerasan Oknum Wartawan di SMP Negeri 4 Kotamobagu

Dua dari Tiga Wartawan yang Diduga Memeras saat Menjalani Pemeriksaan di Mapolres Bolmong, Rabu (18/2). (f-manadoline)

Dua dari Tiga Wartawan yang Diduga Memeras saat Menjalani Pemeriksaan di Mapolres Bolmong, Rabu (18/2). (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – Aksi pemerasan yang diduga dilakukan tiga jurnalismasing-masing, AM (32) alias Adi Koran Penelusuran Kasus, Anto (39) Media Berita Investigasi Nasional serta PP (28) alias Pipit Media Online Jejak Group di SMP Negeri 4 Kotamobagu, pada Rabu 18 Februari 2015 sekitar pukul 09.00 Wita, mengundang reaksi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado. Lembaga kewartawanan ini mendukung langkah penyidik Polres Bolmong untuk mengusut kasus yang mencoreng profesi jurnalis tersebut. Menurut Ketua AJI Manado, Yoseph E. Ikanubun, tindakan pemerasan yang diduga dilakukan oknum-oknum yang menyebut dirinya wartawan telah merusak profesi sebagai jurnalis yang secara filosofis merupakan wadah aspirasi warga, karena jurnalisme itu lahir untuk melayani kepentingan warga. “Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemerasan ini,” kata Yosep, akhir pekan lalu. Ditegaskannya, dugaan pemerasan yang dilakukan itu merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Jurnalistik khususnya dalam pasal 6. “Dimana wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. Pengertian menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum,” jelasnya. Lanjut Yoseph, tindakan itu juga merupakan pelanggaran terhadap terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, terutama dalam pasal 7 ayat (1) yakni wartawan memilki dan menaati Kode Etik Jurnalistik. “Bahwa dugaan pemerasan itu tidak terkait dengan produk jurnalistik melainkan tindakan pidana, maka AJI mendorong pihak kepolisian untuk memproses secara hukum persoalan itu,” tegas Yoseph. AJI Manado, ditambahkan Yoseph, mengajak masyarakat, termasuk kepala sekolah, para narasumber, ataupun pihak lainnya yang merasa dirugikan dengan ulah oknum-oknum yang mengaku wartawan dan melakukan intimidasi bahkan pemerasan, agar berani untuk melaporkan hal itu kepada aparat kepolisian. “Narasumber jangan takut melaporakan kepada aparat hukum jika menemukan ada oknum yang mengaku wartawan dan melakukan pemerasan,” pungas Yoseph. (mara)