IKLAN

ABP Rela Tinggalkan Fasilitas Kelas 1 Demi Kesejahteraan Kota Bitung


ABP saat berdialog dengan pembeli barang bekas, beberapa waktu lalu

ABP saat berdialog dengan pembeli barang bekas, beberapa waktu lalu

BITUNG-Posisi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), setara dengan Presiden dan juga posisi Menteri. Anggota DPD RI mendapat fasilitas kelas 1 dengan semua kemewahan sebagai pejabat negara, tetapi Aryanti Baramuli Putri,SH, MH (ABP) rela meninggalkan semua itu demi masyarakat Kota Bitung.

“Menjadi Anggota DPD RI posisinya setara dengan Presiden dan Menteri yang dilengkapi dengan fasilitas kelas 1, tetapi semua itu saya tinggalkan, dan datang di Kota Bitung untuk membangun bersama mensejahterakan masyarakat Kota Bitung tercinta,” tegas ABP, dalam orasi politik saat kampanye terbatas di Kelurhan Girian Bawah, Sabtu (21/11).

Ia menjelaskan, alasannya bahwa ternyat masih banyak program dari Pemerintah Pusat yang belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Ada sekitar 7 Triliun dana yang disipkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi anehnya masih banyak masyarakat di Kota Bitung belum tersentuh oleh bantuan tersebut. Keadilan masih menjadi milik oknum-oknum tertentu, belum sampai kepada masyarakat kecil.

“Saya datang di Bitung untuk bersama-sama dengan masyarakat memperjuangkan hak mendapatkan keadilan dalam semua aspek kehidupan, termasuk keadilan dibidang ekonomi yang sampai saat ini masih belum bisa dinikmati, padahal ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah untuk menjembatani program pusat dan masyarkat yang dipimpinnya untuk penguatan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Kota Bitung yang telah menempati tanah kelahiran mereka, tetapi belum mendapatkan pengakuan dalam bentuk sertifikat tanah. ABP juga berjanji, akan mempertahankan pasar tradisional Girian sebagai salah satu aset daerah yang bisa menjdai objek wisata bagi wisatawan asing.

“Pasar Girian adalah aset daerah yang bisa menopang ekonomi masyarakat dan juga potensi PAD yang besar, persoalannya sekarang bagaiman kita menata dan mengembangkannya menjadi pasar tradisional yang mengundang daya tarik wisatawan asing,” pungkasnya. (jones)