IKLAN

30 Juli Hari Doa Sulut, Peningkatan Kualitas Kunci Memangkas Masalah Sosial


MANADO—Beragam masalah sosial yang hadir di tengah masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dapat diredam dengan perbaikan kualitas spiritual iman seseorang.

Suasana rapat Hari Doa Sulut yang dipimpin oleh Ketua Hari Doa Sulut Peter Jacobs (kiri), dihadiri Kepala BNNP Sulut Sumirat Dwiyanto membahas persiapan menuju pelaksanaan Hari Doa Sulut.

Suasana rapat Hari Doa Sulut yang dipimpin oleh Ketua Hari Doa Sulut Peter Jacobs (kiri), dihadiri Kepala BNNP Sulut Sumirat Dwiyanto membahas persiapan menuju pelaksanaan Hari Doa Sulut, di Kantor Bank Indonesia (BI), Senin (25/7) (foto:Ist)

Ketua Panitia Hari Doa Sulut (HDS) Peter Jacobs mengatakan pergumulan tentang masalah sosial yang terjadi di Sulut menjadi tanggung jawab bersama untuk bersama diperangi.

Sebut saja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, disharmoni dalam keluarga serta aktivitas kriminalitas lainnya.

Menurutnya, untuk memberantas perilaku yang tidak disenangi Tuhan, tidak selalu menggunakan langkah represif, tetapi dapat dilakukan dengan kembali intropeksi diri.

“Berdoa bersama, dengan setiap pokok doa yang menjadi pergumulan masyarakat Sulut menjadi salah satu cara memerangi masalah sosial. HDS, menjadi wadah untuk kita sebagai bagian Sulut mendoakan daerah yang dicintai,”tuturnya dalam rapat persiapan Hari Doa Sulut, Senin (25/7).

HDS rencananya pada 30 Juli 2016, bertempat di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut pukul 09.00 – 15.00 Wita, bersama mendoakan empat pokok doa.

Empat pokok doa, antara lain, pertobatan dan kesatuan gereja, kriminalitas (narkoba, korupsi, miras, judi), Keluarga (perceraian, aborsi, KDRT< dan LGBT), serta pembangunan daerah (pendidikan, ekonomi dan lingkungan hidup).

“Nantinya ada sharing session dari Kepala BNN Sulut dan Komnas Perlindungan Anak. Selain itu, HDS didukung penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut,” tambahnya.

Khusus pukul 12.00 Wita di lokasi kegiatan HDS dan dimanapun masyarakat berada, diharapkan memberikan waktu sejenak untuk mendoakan Sulut yang dicintai ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut Sumirat Dwiyanto mengatakan pada 2014, jumlah pengguna narkoba sebanyak 38.307 di Sulut. Sementara tahun berikutnya meningkat 2,43% menjadi 42.876 orang.

Kondisi ini, mencemaskan, mengingat menuju Indonesia Emas 2025,dikhawatirkan banyak masyakarat Sulut yang menggunakan narkoba.

Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah bangsa ini, terutama kepedulian sebagai umat Tuhan. “Aktivitas HDS, sebagai bagian bersama dan terpadu untuk memerangi narkoba,” katanya.

Sementara itu, Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi yang juga figur Anti Kekerasan Perempuan dan Anak Diana Pangemanan mengatakan keluarga, pemerintah daerah, penegak hukum hingga pemuka agama memiliki peran sama dalam menekan jumlah kekerasan terhadap perempuan maupun anak.

“Gereja dapat terus mendoakan dan mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. HDS dapat menjadi momentum menyatukan hati,”tambahnya.

Turut hadir dan terlibat dalam HDS diantaranya Ketua Majelis Daerah GPDI Pdt Ivone Awuy, Uskup Agung Manado Mgr. Joseph T. Suwatan M.S.C, Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt. Henny W. B. Sumakul dan dan lainnya.

Mari bersama menyatukan diri dalam HDS, bersama Pemprov Sulut dan seluruh denominasi Gereja serta lembaga keagamaan kristen berdoa bagi Sulut tercinta. (srikandi/BI)

 

Manado Fiesta 2017