IKLAN

3 Saksi Bakal ‘Berkicau’ Dugaan Korupsi RTJK Lindok Minsel


Ilustrasi.

Ilustrasi.

MANADO – Sidang Lanjutan Korupsi Rumah Transmigrasi dan Jamban Keluarga (RTJK) Desa Lindok, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan datangkan tiga saksi di sidang perkara tersebut pada besok (3/2).

Hal tersebut dikatakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yosephus Septiandoko SH, yang bertugas mengawal perkara korupsi. Namun, dirinya belum bisa membeberkan siapa-siapa saksi yang akan di hadir untuk memberik keterangan terkait korupsi yang menyeret terdakwa Joel Ch Kumajar, terdakwa Jefri Prang dan Terdakwa Denny Kondoy itu.

“Besok (hari ini) rencana kami akan hadirkan tiga saksi lagi di perkara ini. Tapi nanti liat saja di persidangan apa mereka akan datang semua atau bagaimana. Kami juga tidak berani membeberkan siapa-siapa mereka, jadi liat aja di persidangan ya” ujar Yosephus melalui telepon seluler, Selasa (2/2) kemarin.

Sekedar informasi, kasus ini menyeret tigak orang terdakwa yakni Joel Ch Kumajar, Jefry Prang dan Denny Kondoy. Ketiganya oleh JPU didakwa bersalah karena pada tiga tahun lalu, terlibat dalam korupsi proyek RTJK di Desa Liandok. Dimana, dalama proyek tersebut, berdasarkan DIPA-026.06.4.179026/2013 telah dianggarkan sebesar Rp6.753.475.000, dan direvisi lagi lewat DIPA nomor DIPA-026.06.4.179036/2013 dengan jumlah Rp6.666.439.000.

Sayangnya, dana yang digunakan sebagai proyek RTJK untuk 100 unit tipe 36, terpakai hanya sebesar Rp3.478.500.000 yang dikerjakan oleh PT Anrekon Cipta Pratama selaku pemegang tender dalam proyek tersebut. Dari keganjilan tersebut, membuat pihak kejagung turun tangan dan mengadakan penyelidikan. Alhasil, dari pemeriksaan ahli terungkap bahwa proyek RTJK terdapat kekurangan pekerjaan.

Dimana, tiang utama 10/10 kayu klas III, blok atas 5/10 kayu klas III, rangka dinding tegak 5/10 Ky klas III, skur 5/10, kusen pintu dan jendela, sedangkan untuk dinding papan hanya 40%, atap seng gelombang BJL 20-90%, bumbungan seng 90%, dan pekerjaan yang lain yang tercantum dalam kontrak tetapi tidak dilaksanakan, sehingga bobot pekerjaan RTJK yang dilaksanakan Elfian Pangalila PT.Andrekon Cipta Pratama hanya mencapai 65.05%.

Herannya, terdakwa Kondoy yang merupakan mertua dari Elfian Pangalila (Dirut PT Andrekon Cipta Pratama), langsung mengajukan permohonan pembayaran 100%, dan disetujui terdakwa Kumajar selaku PPK dan terdakwa Prang selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Terdakwa Kondoy pun menerima pembayaran termin III (100%) sebesar Rp1.042.478.400 dengan retensi (5%) sebesar Rp162.887.250 melalui rekening PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk cabang Manado.

Akibat perbuatan tersebut, terciptalah kerugian negara sebesar Rp2.491.577.176,26. Dan ketiga terdakwa ikut dijerat JPU dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999. (ekaputra)

 

Manado Fiesta 2017