IKLAN

2 Pria Philipina Berambut Gondrong Ditangkap Aparat di Bolsel dan Bolmong


Larry Malgapu Jungco alias Akbar Jungco (kiri) tengah Diinterogasi Petugas Imigrasi Kelas III Kotamobagu Kamis (2/4). (f-manadoline)

Larry Malgapu Jungco alias Akbar Jungco (kiri) tengah Diinterogasi Petugas Imigrasi Kelas III Kotamobagu Kamis (2/4). (f-manadoline)

BOLMONG – Di awal bulan April ini aparat berwajib berhasil mengamankan dua warga negara asing (WNA). Sebelumnya pada Rabu (1/4) Tim Pengawasan Orang Asing (POA) Kodim 1303 Bolmong, Isran Abanis (36) asal Sarangani, Mindanao, Philipina berhasil diamankan.

Pria berambut gondrong ini ditangkap aparat TNI di Desa Nunuk Kecamatan Pinolosian, Bolsel. Kemudian yang bersangkutan langsung digelandang ke Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu untuk dimintai keterangan karena diduga tidak memiliki izin tinggal di Indonesia.

Informasi didapat di kantor imigrasi, Isran sudah bertahun-tahun menetap di daerah ini, buktinya Isran telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengganti namanya menjadi Rachmat Paputungan.

Di hari yang juga (Rabu ¼) petugas Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu kembali mengamankan seorang imigran dari negara yang sama (Philipina) di Desa Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Adalah Larry Malgapu Jungco (51) dijemput di rumahnya di Desa Mopuya karena terkait izin tinggal di Indonesia.

“Informasi ini sudah kita terima sejak 2014 lalu. Saat akan dilakukan penangkapan, Larry sering berpindah tempat,” ujar Melgi Pahibe, Kepala Sub Seksi Insarkom dan Wasdakim Kantor Imigrasi Kotamobagu, Kamis (2/4). Kemudian hasil interogasi petugas Larry datang ke Indonesia tepatnya di Kota Bitung pada tahun 1999 lewat jalur laut. Dari Kota Cakalang –julukan Bitung, Larry berpindah-pindah tempat. Sempat menjadi pekerja tambang di Tatelu Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Pria yang telah menjadi mualaf (masuk Islam) ini juga bekerja di pertambangan rakyat di Lanut Boltim hingga Bakan Bolmong. Masih menurut Melgi upaya penangkapan pria Manila kelahiran 12 Juli 1963 di Desa Mopuya oleh petugas imigrasi sempat terhalang oleh warga setempat. Karena oleh warga di kampong tempat tinggalnya, Larry dikenal sebagai ahli dalam mencampur bahan kimia dalam proses tambang dia juga sudah merupakan warga Mopuya. “Kami sempat menemui kendala. Bahkan sempat ditawari sejumlah uang,” tambah Melgi.

Sekadar diketahui Larry menikahi wanita asal Mopuya dikaruniai seorang anak lelaki. Dia menikah pada 2014 silam dan masuk Islam dengan nama muslim Akbar Jungco. Namun sebelum ke Indonesia Larry alias Akbar ini telah menikah dengan perempuan Philpina pada 1988 dan dianugerahi dua orang anak. Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu Arthur Mawikere S.Sos MH mengatakan terus akan melakukan pengembangan terkait dugaan keberadaan orang asing di Bolmong Raya (BMR). (mara)

 

Manado Fiesta 2017