IKLAN

13 Tahun Menetap di Bolmong, 2 WNA Ini Diamankan Imigrasi Kotamobagu


 

Wilijardo Cabunilas (kiri) dan Virgivio S. Calvo, Dua WNA Asal Philipina yang Diamankan Petugas Imigrasi Kotamobagu. (f-manadoline)

Wilijardo Cabunilas (kiri) dan Virgivio S. Calvo, Dua WNA Asal Philipina yang Diamankan Petugas Imigrasi Kotamobagu. (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – Operasi Bhumi Pura Wira Wibawa yang digelar Kantor Imigrasi Kelas III Kotambagu langsung membuahkan hasil. Pada operasi yang dikendalikan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) itu, dua warga negara asing (WNA) asal Philipina, Wilijardo Cabunilas dan Virgivio S. Calvo diamankan aparat Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu, Selasa (5/5) siang.

Menariknya kedua WNA yang telah mualaf (masuk agama Islam) telah 13 tahun lamanya bermukim dan memiiki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Keduanya masuk Bumi Totabuan melalui Bandara Sam Ratulangi Manado tahun 2002 dan bekerja di salah satu lokasi pertambangan. “Kami saat itu berjumlah 13 orang langsung diterbangkan dari Davao Philipina oleh seorang pengusaha bernama Wolter,” ujar Wilijardo yang kemudian ganti nama menjadi Mohammad Fauzi Mamonto setelah memeluk agama Islam. Sementara Kepala Sub Seksi Insarkom dan Wasdakim, Melgi Pahibe mengatakan saat diamankan kedua WNA itu tak memiliki passport. “Passport keduanya dipegang orang yang membawanya ke Indonesia, Wolter,” sebut Melgi.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kotamobagu Arthur Mawikere S.Sos MH kedua WNA itu diamankan dalam rangka Operasi Bhumi Pura Wira Wibawa yang berlangsung 4-11 Mei 2015. “Operasi orang asing ini dalam rangka penegakan hukum yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi,” ujar Arthur, siang tadi sambil menyebut kedua WNA (Wilijardo dan Virgivio) informasi keberadaannya telah diketahui sebelumnya.

Sekadar diketahui kedua WNA asal negara tetangga Philipina itu diamankan di wilayah Kecamatan Lolayan, Bolmong. Wilijardo yang kemudian berganti nama menjadi Mohammad Fauzi Mamonto beralamat di Desa Tungoi II Dusun III dan telah memperistri wanita setempat. Kemudian rekannya Virgivio S. Calvo alias Firmansyah juga mualaf berdomisili di Desa Tanoyan Selatan Dusun II juga telah menikahi perempuan desa tersebut. (yoan)

 

Manado Fiesta 2017