IKLAN

20 % Saham Dihibahkan untuk Pemerintah dan Warga Sulut

1 Juni, Pabrik Semen PT DSSN Siap Beroperasi di Boltim


20 % Saham Dihibahkan untuk Pemerintah dan Warga Sulut

Direktur

Direktur PT DSSN Yossi S Manopo

BOLTIM– Pabrik Semen berskala besar dalam waktu dekat ini akan mulai beroperasi di Desa Buyat Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Timur (Boltim) Sulawesi Utara (Sulut) setelah melewati proses pembuatan ijin dan studi kelayakan (feasibility study).

Pabrik dengan luas area 10,735 Hetare ini dikelolah oleh PT Dharma Sarana Semen Nusantara (PT DSSN) dan rencananya akan memulai kegiatan fisiknya usai menggelar RUPS pada 1 Juni 2016.

“Dalam RUPS ini, PT DSSN masih akan membahas beberapa persiapan internal,’’kata Imelda Sinombor S.Sos Humas PT DSSN kepada wartawan saat mengadakan kunjungan ke lokasi Pabrik Semen, belum lama ini.

Menurut salah satu direktur PT DSSN Yossi S Manopo bahwa pabrik semen di Boltim telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Utara no 223 tahun 2015 dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Utara no 37 tahun 2016 .

Yossi Manopo adalah putra daerah Boltim yang peduli terhadap perkembangan ekonomi Sulut dan juga memperhatikan keberadaan sumber daya manusia di Boltim.

“Dengan hadirnya Pabrik Semen di Buyat ini, warga Boltim bisa meningkatkan perkembangan ekonominya dan serapan tenaga kerja di pabrik semen ini akan diprioritaskan pada tenaga kerja putra-putri daerah,’’kata Manopo.

Dikatakan Manopo, ketika pabrik semen berskala besar bertag line “produk inovasi semen unggulan Sulut” berjalan dengan sukses, maka pihak PT DSSN akan menghibakan 20 persen sahamnya untuk Pemerintah dan masyarakat Sulut.

“Kami sudah menyurat kepada Gubernur Sulut Bapak Olly Dondokambey bahwa saya dan pemegang saham lainnya akan mengikutsertakan Perusahaan Daerah Sulut maksimal 20 persen saham dalam bentuh hibah,’’ kata pria kelahiran Bongkudai ini.

Dukungan Pemerintah dan Warga

Pembangunan Pabrik Semen PT DSSN telah mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah dan warga Boltim.

Tokoh masyarakat Desa Buyat Selatan Nazri Mokoagow mengatakan bahwa warga Buyat Selatan sangat mendukung adanya pabrik semen karena bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja lokal.

“Saya berharap perusahan untuk memprioritas tenaga kerja lokal. Artinya, pabrik ini, bisa merekrut masyarakat yang ada disekitar lahan perusahaan tersebut yang menjadi karyawan,” pinta Mokoagow.

Dia pun berharap agar ada kajian analisis dampak lingkungan (amdal) jelas. Sehingga perusahaan ini, tidak akan terjadi konflik dengan masyarakat.” Berharap, jika investor yang masuk harus melakukan produksi secara profesional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sarini Modeong berpendapat bahwa hadirnya pabrik semen di Boltim akan membuka lapangan pekerjaan buat para ibu rumah tangga untuk menopang ekonomi keluarga.

“Pasti akan membawa dampak positif bagi kami di desa, khususnya para perempuan,’’kata Sarini .

Terpisah, Sangadi Buyat Selatan Husni Modeong mengatakan kehadiran perusahaan ini sangat diharapkan.

Menurutnya, bukan hanya itu saja, tapi antara perusahaan dengan pihak Desa sudah ada.

”Kami sangat berharap bahwa perusahaan semen ini segera hadir disini. Karena kami juga telah melakukan memorandum Of Understanding (MoU), diantaranya adanya system pengelolaan rama lingkungan, selalu memelihara komunikasi dengan masyarakat melalui Pemerintah setempat dan setiap kegiatan perusahaan, harus ada kontribusi kepada pembangunan Desa,” urai Husni sambil menambahkan bahwa MoU ini dibuat secara bersama-sama oleh enam desa yang berada disekitar lokasi pabrik yakni Desa Buyat Satu, Desa Buyat Dua, Desa Buyat Tengah, Desa Buyat dan Desa Buyat Barat. (***)