IKLAN

1.202 Napi Sulut Dapat ‘Kado’ HUT RI ke-71


_DSC5725

Suasana pemberian remisi umum kepada napi dan anak pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado Rabu (17/8) oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, (foto:Ist)

MANADO– Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI memberikan remisi umum 17 Agustus 2016 kepada 1202 napi yang tersebar di 12 Lembaga Pemasyarakatan dan Rutan di Sulawesi Utara (Sulut).

Serta pemberian uang jalan bantuan dari Gubernur Sulut kepada sejumlah narapidana yang telah selesai menjalani pidana (bebas).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bertindak selaku Inspektur Upacara pemberian remisi umum kepada narapidana (napi) dan anak pidana pada peringatan ke-71 Hari Kemerdekaan RI, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado Rabu (17/8).

Saat menyampaikan sambutan tertulis Menkumham Yasona H Laoly, Gubernur mengatakan warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan bagian dari warga negara yang tetap memiliki hak-hak yang mestinya dihormati dan dipenuhi.

Penghormatan dan pemenuhan hak-hak tersebut harus terus dipertahankan dan diperjuangkan.

Salah satu hak yang dimiliki oleh WBP adalah hak mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (Remisi).

Remisi merupakan hak yang telah diatur secara tegas dalam Pasal 14 Ayat (1) UU No 12 Tahun 2015 Tentang Pemasyarakatan. Bahwa setiap napi mempunyai hak untuk mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana.

Selain itu melalui pemberian remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya napi dalam kehidupan masyarakat.

Napi mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga, segingga mereka dapat segera melanjutkan kehidupan secara normal dan mampu mengemban tanggung jawab uang ada di pundak masing-masing, baik sebagai anak, orang tua, maupun anggota masyarakat, sehingga akan tercapai tujuan dari sistem pemasyarakatan, jelas Laoly seperti di turutkan Olly Dondokambey.

(srikandi/Hm)